AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 15 – 21 APRIL2013

Visual

 G. Merapi teramati cuaca cerah pada pagi hari, umumnya tercatat setelah terjadi hujan pada malam harinya. Angin bertiup tenang hingga perlahan dominan dari arah Timur ke Barat. Suhu udara berkisar 16-32 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang, hingga tebal dominan sedang, bertekanan lemah, dengan posisi tegak. Tinggi asap maksimum tercatat 600 m dari puncak pada tanggal 17 April 2013 pukul17:10 WIB dari Pos Selo. Gambar 1 menunjukan morfologi puncak Merapi dari stasiun kamera CCTV di Deles pada tanggal 19 April 2013.
Gambar 1.  Morfologi kawah dari sektor tenggara yang belum mengalami perubahan signifikan

Kegempaan yang tercatat pada seismograf di stasiun Pusunglondon (Sektor Utara), Deles (Sektor Timur) dan Plawangan (Sektor Selatan) pada minggu ini antara lain  gempa guguran sebanyak 13 kali, MP 1 kali, dan tektonik 15 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2012 hingga April 2013.
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – April  2013

Pemantauan dengan metoda deformasi dilakukan dengan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) berdasarkan perubahan jarak reflektor di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo. Hasil pengukuran EDM di Pos Kaliurang, Pos Babadan, dan Pos Selo disajikan pada Gambar 3. Dari grafik terlihat bahwa deformasi G. Merapi masih dalam batas normal, belum menunjukkan adanya perubahan yang berarti.

Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan   Juli 2012 –  April  2013
Deformasi G. Merapi berdasarkan data tiltmeter dari Januari  2012 sampai dengan April 2013 pada stasiun Plawangan disajikan pada Gambar 4. Data tiltmeter pada minggu ini pada sumbu X sebesar  -17,77 mikroradian; sumbu Y sebesar -20,55 mikroradian dengan suhu rata-rata pada alat tiltmeter sebesar 19,3 oC. Dari data tiltmeter menunjukkan bahwa belum terjadi perubahan deformasi ke arah Barat dan Timur, serta ke arah Utara dan Selatan yang signifikan.
Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Mei 2012 – April  2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan

Hujan di sekitar G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang tinggi. Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi pada Januari 2012 – April 2013 disajikan pada Gambar 5. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 48 mm/jam selama 50 menit pada tanggal 20 April 2013 terjadi di Pos Selo. Meskipun curah hujan masih tinggi tetapi tidak menyebabkan adanya lahar hujan.

 

Gambar 5. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2012 – April  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber Kantor BPPTK Jl. Cendana 15 Yogyakarta – 55166

About these ads
By mujiantomerapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s