AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 20 – 26 MEI 2013


Visual

  Cuaca cerah pada umumnya berlangsung pagi hari kadang-kadang siang sampai sore hari. Angin di pos pengamatan umunya tenang. Hujan masih sering terjadi dengan intensitas rendah hingga sedang, tidak ada laporan banjir lahar. Suhu udara disekitar puncak G. Merapi sebesar 17 0C. Asap solfatra berwarna putih, tipis, sedang hingga tebal dominan tebal tekanan lemah tinggi maksimum 600 m condong ke Barat pada pukul 06:07 WIB tercatat 26 Mei 2013 dari Pos Ngepos. Pos Babadan melaporkan terjadi hembusan pada tanggal 25 Mei 2013 di sisi Barat Laut berwarna putih, pukul 07:55 WIB setinggi 550 m. Gambar 1 hembusan yang diambil dari CCTV Deles  sektor sebelah Timur.
Gambar 1.  Hembusan yang teramati dari CCTV Deles pada tanggal 25 Mei 2013

   Fenomena hembusan yang terjadi di G. Merapi ini merupakan fenomena biasa yang sering terjadi paska letusan 2010. Hembusan ini bersumber pada rekahan yang terletak di dasar kawah yang berdekatan dengan lava 1948 (sisi Barat Laut). Disekitaran rekahan juga terlihat adanya daerah yang tertutup oleh material berupa pasir, namun diatas pasir tidak ditemukan adanya bongkahan-bongkahan batuan bekas longsoran. Hal ini menunjukkan bahwa pasir tersebut merupakan material baru yang berasal dari hembusan. Peristiwa hembusan ini juga diperkuat dengan adanya bekas pusaran pasir (material halus). Suhu hembusan ini sebesar 430,3 0C dibuktikan dengan Foto Termal yang diambil disekitar sadel kawah mati (Gambar 2).
Gambar 2. Sumber hembusan yang terletak di kawah G Merapi di bawah lava 1948 (sisi Barat Laut) sedangkan suhu yang sembat terukur disekitar hembusan sebesar 430,3 oC.
 
  Kegempaan yang tercatat pada seismograf di stasiun Pusunglondon (Sektor Utara), Deles (Sektor Timur) dan Plawangan (Sektor Selatan) pada minggu ini mengalami kenaikan dibanding dengan minggu sebelumnya. Kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 44 kali, MP 16 kali, LHF 1 kali dan tektonik 17 kali, sedangkan minggu sebelumnya gempa guguran 64 kali, Multifase 5 kali dan tektonik 18 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan variasi, namun dalam batas normal. Gambar 3 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2012 hingga Mei 2013.
 
 Gambar 3. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Mei 2013

    Pemantauan dengan metoda deformasi dilakukan dengan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) berdasarkan perubahan jarak reflektor di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo. Hasil pengukuran EDM di Pos Kaliurang, Pos Babadan, dan Pos Selo disajikan pada Gambar 4. Dibanding dari minggu lalu Deformasi (EDM) G. Merapi fluktuatif belum menunjukan trend perubahan data yang signifikan. Fenomena hembuasan ini tidak menimbulkan perubahan jarak pada reflektor

 
Gambar 4. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan   Juli 2012 –  Mei  2013

Data tiltmeter pada minggu ini masih fluktuatif. Untuk stasiun tiltmeter Plawangan   sumbu x pada minggu ini rata-rata masih berada pada 3.85 mikroradian pada minggu sebelumnya pada kisaran 4,33 mikroradian. Sedangkan sumbu y rata-rata  pada minggu ini       -1,50 mikro radian yang sebelumnya -1,71 mikroradian. Suhu pada alat tiltmeter rata-rata pada minggu ini 19,88 0C tidak jauh berbeda minggu sebelumnya yakni 20,31 0C. Gambar 5 menyajikan data tiltmeter stasiun Plawangan dari Januari 2012 – Mei 2013.


Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2012 – Mei  2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

  Hujan di sekitar G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang rendah. Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi pada Januari 2012 – Mei 2013 disajikan pada Gambar 6. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 73 mm/jam selama 45 menit pada tanggal 21 Mei 2013 terjadi di Pos Ngepos. Meskipun curah hujan masih terjadi, tetapi tidak menyebabkan adanya lahar hujan.

Gambar 6. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2012 – Mei  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

 

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber Kantor BPPTKG Jl. Cendana 15 Yogyakarta – 55166

 

About these ads
By mujiantomerapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s